Selamat Datang di Website
Gereja Katolik St Ignatius Magelang
   
TEMU PIA-PIR KEVIKEPAN KEDU 
Sunday, January 3, 2010, 04:53 - BERITA Posted by Administrator

Seminari Mertoyudan – Bertempat di Seminari Menengah Mertoyudan, Komisi Karya Misioner Kevikepan Kedu mengadakan acara camping rohani untuk PIR se Kevikepan Kedu. Masing-masing paroki mengirimkan 10 orang PIR. Paroki Ignatius sendiri mengirimkan anak sejumlah 10 orang dan 2 orang pendamping.

Selain PIR, juga akan diadakan temu PIA pada hari Minggu, 3 Januari 2010. Temu PIA ini akan digabungkan dengan PIR. Pada pukul 10.00 akan diadakan Perayaan Ekaristi yang akan dipimpin oleh Romo Paulus Tri Wahyu Widiantoro Pr, pastur paroki St Yusuf Pekerja Mertoyudan. Camping dan Temu PIA PIR ini diadakan dalam rangka menyambut Minggu Anak Misioner. Untuk temu PIA, paroki Ignatius mengirimkan 200 anak.


Jadwal Liturgi 
Saturday, January 2, 2010, 09:24 - Pelayanan Sakramental Posted by Administrator
PERAYAAN EKARISTI MINGGUAN

Sabtu Sore :
16.30
Minggu :
- pagi : 06.00
- siang : 08.00
- sore : 16.30


PERAYAAN EKARISTI HARIAN

Senin - Sabtu :
05.30

Jumat Pertama :
. 05.30 Misa pagi
. 06.00 - 17.00 Adorasi
. 17.00 Misa penutup

Hari Raya/Pesta dengan nyanyian

RENUNGAN NATAL 
Friday, December 25, 2009, 04:33 - Agenda Kegiatan Posted by Administrator
Saudara, pernahkah kita berpikir dimana tho Yesus itu lahir? Di kandang? Di gua? Atau di kandang dalam gua? Nah, jika pertanyaan diganti sedikit: kalau Yesus sekarang lahir, kira-kira Yesus akan lahir dimana?
Saudara, tidak ada seorang pun yang mau menerima Ibu Maria dan Yosep ketika tiba saatnya untuk melahirkan. Yang mau menerima itu adalah embek dan teman-temannya! Manusia justru tidak memiliki tempat untuk menerima kelahiran-Nya. Itu terjadi sekian ribu tahun silam. Nah, kalau Yesus lahir di tempat kita, Yesus kita tempatkan dimana?
Apakah Yesus kita tempatkan di ruang tamu atau di dalam rumah hidup kita? Artinya, kalau Yesus kita tempatkan di ruang tamu: Yesus bukan siapa2. Dia hanyalah tamu. Dan yang namanya tamu, ya tergantung pada kita. Kalau lagi sibuk ya ditemui.. kalau lagi ga sibuk ya dibuat sibuk untuk tidak ketemu dengan-Nya... dan yang namanya ruang tamu itu pasti serba tertata, rapi, bagus. Jangan-jangan, kalau Yesus kita temaptkan di ruang tamu maka kita tunjukkan yang bagus2 saja?
Kalau Yesus kita tempatkan dalam rumah, itu artinya kita menjadikan Yesus sebagai bagian dari hidup kita, keluarga kita. Yesus akan kita bawa ke dalam rumah dengan segala situasi dan kondisi hidup kita masing-masing. Ga perlu sungkan... ga perlu malu! Karena dengan demikian, kita terbuka pada karya Tuhan dan membiarkan Tuhan berkarya atas hidup kita. Dengan demikian, iman kita akan semakin tumbuh dan hidup kita akan menjadi berkat bagi orang lain.
*dimanakah Tuhan kita tempatkan?*

VISI, MISI, DAN FOKUS PASTORAL TAHUN 2010 
Thursday, December 17, 2009, 05:45 - Pastoral Posted by Administrator
VISI, MISI, DAN FOKUS PASTORAL
PAROKI ST IGNATIUS MAGELANG TAHUN 2010


Visi:
Umat Paroki St Ignatius Magelang mewartakan Kerajaan Allah demi kemuliaan Allah yang semakin besar

Misi :
Menjadikan Umat Paroki St Ignatius Magelang sebagai tempat pertumbuhan dan perwujudan nilai-nilai Kerajaan Allah

Moto:
Berubah untuk Berbuah

Fokus pastoral:
Membangun, mengembangkan, dan melibatkan paguyuban-paguyuban sebagai komunitas alternatif dalam menumbuhkan dan mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah

Sasaran:
Paguyuban-paguyuban, baik teritorial maupun kategorial/ baik yang sudah berjalan atau ataupun yang jalan di tempat
Strategi:
- Pelatihan/katekese/sosialisasi/rekoleksi
- Meningkatkan mekanisme komunikasi: rapat-rapat koordinasi dan evaluasi di tingkat tim kerja, bidang, dan panitia
- Membenahi keputusan-keputusan penting sehingga menjadi jelas (penggunaan dana APP, Kolekte II, Danpamis, dll)
- Penggunaan sarana dan prasarana untuk menunjang pewartaan
- Menjadikan Lingkungan sebagai basis pastoral
- Pembenahan data dan pengolahannya (paroki punya bank data): apakah setiap lingkungan punya data jelas (berapa umatnya, anak-anak, remaja, mudika, orang tua, jompo, janda, duda, tingkat pendidikan, dll)

Keprihatinan dasar:
“Di mana semangat St Ignatius dalam dinamika Paroki Ignatius?”
a. Mekanisme Kerja:
- Mentalitas pelayanan: semangat pelayanan yang kurang dan keengganan untuk terlibat
- Fungsi koordinasi: rapat-rapat
- Job description: pemahaman mengenai wewenang dan tanggung jawab pelayanan
b. Pastoral:
- Regenerasi
- Data dan pemanfaatannya
c. Fokus Pastoral
- Masih menjadi tulisan, belum menjadi habitus
- Jalan sendiri-sendiri
KALAU FOKUS PASTORAL TAHUN 2010 ADALAH PAGUYUBAN (dalam arti seluas-luasnya), BAGAIMANA FOKUS INI KITA APLIKASIKAN MENURUT SUDUT PANDANG TIM KERJA MASING-MASING?


BERUBAH UNTUK BERBUAH!


1. BIDANG LITURGI DAN PERIBADATAN
- Bidang Liturgi dan Peribadatan adalah roh dari seluruh dinamika paroki.
- Keterlibatan pendampingan di tingkat kevikepan kurang: maksimalkan keterlibatan dalam program-program Komisi Liturgi Kevikepan (Keuskupan) ada sosialisasi BKL pada bulan April
- Menarik bahwa tidak ada tim kerja tata altar (nantikan keterangan rm Krisno)
- Kerja sama lintas Tim Kerja: rapat koordinasi dalam bidang dan koordinasi intern (pertemuan rutin bisa diisi dengan rapat, latihan, pembelajaran, dll)
- Tim Kerja harus Punya Data: Papial, Lektor, Prodiakon, Paduan suara, Pemazmur dan Derigen, Pemusik
- Ketua bidang HARUS TAHU apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab bidangnya dengan memperhatikan kemungkinan koordinasi dengan bidang lain!
- BUKAN BANYAKNYA PROGRAM, TAPI EFEKTIVITAS DAN TEPATNYA PROGRAM

a. Tim Kerja Liturgi dan Peribadatan: tim ini baru dibentuk; merencanakan dan memastikan tata liturgi dan peribadatan (teks TPE umat, bagaimana jalannya sebuah perayaan Ekaristi); program Perayaan Ekaristi yang kontekstual???  perlu ada mekanisme pertemuan yang rutin
b. Tim kerja prodiakon: perlu program yang jelas untuk menghilangkan lemahnya koordinasi (pengaturan dan pelaksanaan jadual; minimnya peserta pembekalan)
c. Tim Kerja Papial: perlu program pelatihan dan pendampingan yang rutin; menciptakan mekanisme supaya petugas misdinar tidak kosong (ada program temu PAPIAL se Kedu pada bulan Juni)
d. Tim Kerja Paduan Suara: Perlu ada program pembelajaran mengenai koor/paduan suara demi kepentingan liturgi; pertemuan yang rutin (ada parade lagu-lagu perkawinan pada bulan Oktober)
e. Tim Kerja Lektor: perlu ada program pertemuan rutin (dan kursus membaca)
f. Tim Kerja Pemazmur dan Derigen: perlu program pelatihan yang kontinyu
g. Tim Kerja Pemusik: penggunaan potensi yang ada dan jadual yang teratur (gamelan, keroncong, kulintang, dll); program pelatihan organis di gereja????
h. Tim Kerja Paramenta: membuat program untuk perbaikan dan perawatan peralatan liturgi

2. BIDANG PEWARTAAN
- Setiap Tim Kerja HARUS punya bank data (PIA, PIR, Katekis, PIKEL)
- Koordinasi lintas Tim Kerja
- Rapat Koordinasi
- Ketua bidang HARUS TAHU apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab bidangnya dengan memperhatikan kemungkinan koordinasi dengan bidang lain!
- BUKAN BANYAKNYA PROGRAM, TAPI EFEKTIVITAS DAN TEPATNYA PROGRAM

a. Tim kerja Inisiasi: Tugas berat tapi pasti (Babtis, Krisma, Komuni Pertama); perlu menyusun program yang konkret (kapan penjaringan calon, kapan mempersiapkan calon, kapan pelaksanaannya); koordinasi dengan pada katekis?
b. Tim Kerja Katekis: mendata katekis2 di Paroki dan membuat mekanisme pertemuan; up grade ilmu; kerjasama dengan tim kerja lain???
c. Tim Kerja Kerasulan Kitab Suci: bagaimana memberikan pencerahan kepada umat mengenai Kitab Suci????? Kursus KS untuk umat?
d. Tim Kerja PIA: bagaimana menciptakan mekanisme supaya tidak ada dualisme PIA wilayah dan PIA Paroki?
e. Tim Kerja PIR: Apa yang bisa dibuat dengan anak-anak remaja kita? (kerjasama dengan PAPIAL)
f. Tim Kerja PIU: fokus perhatian pada iman umat; menggarap misa lingkungan dan pertemuan lingkungan menjadi sarana katekese
g. Tim Kerja PIKEL: perlu ada program belajar bareng; Kursus Perkawinan


3. BIDANG PELAYANAN KEMASYARAKATAN
- Kejelasan mekanisme pemanfaatan dana khusus (APP, Kolekte II, Danpamis)
- Koordinasi yang jelas
- Ketua bidang HARUS TAHU apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab bidangnya dengan memperhatikan kemungkinan koordinasi dengan bidang lain!
- BUKAN BANYAKNYA PROGRAM, TAPI EFEKTIVITAS DAN TEPATNYA PROGRAM

a. Tim Kerja Pengembangan Sosek: ternyata, pemanfaatan dana APP kevikepan itu ada di Ignatius. Sementara kolekte terbesar di Kedu juga di Ignatius. Bagaimana ini hendak disikapi? Membentuk panitia APP dan merancang penggunaan dana APP (pinjaman usaha kecil) ; merancang penggunaan Danpamis (bedah rumah; lantainisasi; bantuan kesehatan dll)
b. Tim Kerja HAK: Umat katolik ignatius itu dari sisi jumlah diperhitungkan; kegiatan konkret untuk menjalin relasi antar agama?
c. Tim Kerja Kesehatan: menjaring tenaga-tenaga kesehatan untuk ikut terlibat dalam tim
d. Tim Kerja Kerasulan Kemasyarakatan
e. Tim Kerja Pendidikan: memikirkan bagaimana pendidikan anak-anak yang kurang mampu (siapapun) terutama yang sekolah di sekolah katolik; gratis untuk anak non kristen di sekolah katolik??? Kelanjutan PAUD?
f. Tim Kerja RKIM: tidak hanya menyediakan peti tetapi juga bagaimana menyiapkan prosesnya!


4. BIDANG PAGUYUBAN DAN TATA ORGANISASI
- Paguyuban menjadi fokus perhatian untuk tahun 2010. Maka perlu terobosan-terobosan baru untuk semakin menghidupkan semangat menggereja
- Perlu memahami dan mengerti jobdesc dari masing-masing tim
- Perlu ada bank data: Mudika, kelompok kategorial
- Perlu menjalin koordinasi dengan Wilayah atau lingkungan
- Ketua bidang HARUS TAHU apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab bidangnya dengan memperhatikan kemungkinan koordinasi dengan bidang lain! Bagaimana membuat sinergi antara kelompok-kelompok yang ada sehingga paguyuban yang ada menjadi semakin hidup?
- BUKAN BANYAKNYA PROGRAM, TAPI EFEKTIVITAS DAN TEPATNYA PROGRAM

a. Tim Kerja Mudika: bagaimana membawa mudika di wilayah sampai ke tingkat paroki atau kevikepan?; Konsolidasi internal anggota; ada parade lagu-lagu liturgi Kaum Muda pada bulan Mei (kerjasama dengan TK Paduan suara)
b. Tim Kerja Ibu-ibu Paroki: perlu memahami ruang lingkup tugas dan tanggung jawab supaya tidak benturan dengan rumah tangga paroki dan rumah tangga pasturan
c. Koordinator Kelompok Kategorial: data kelompok-kelompok kategorial (profile kelompok kategorial)
d. Tim Kerja Komsos: optimalisasi sarana-sarana komunikasi; sudah ada website tinggal memasukkan data (kerjasama dengan romo Giyono): http://www.ignatius-magelang.info


5. BIDANG PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

- Bidang ini perlu kerja ekstra: buku kenangan HUT paroki (siapa yang tanggung jawab)
- Data menjadi titik lemah dari paroki Ignatius
- Ketua bidang HARUS TAHU apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab bidangnya dengan memperhatikan kemungkinan koordinasi dengan bidang lain!
- Program data lingkungan: desember-januari mengolah data, februari eksekusi oleh para frater
- BUKAN BANYAKNYA PROGRAM, TAPI EFEKTIVITAS DAN TEPATNYA PROGRAM

a. Tim Kerja data: data-data yang sudah ada direkap dan dikembangkan; data-data yang mustinya ada (tetapi belum ada) harus segera dilengkapi: profil lingkungan, data base paroki (kerjasama dengan sekretariat)
b. Tim Kerja Pengembangan sumber daya: program-program pelatihan dan kaderisasi; punya data SDM umat sehingga memudahkan regenerasi
c. Tim Kerja Perpustakaan:

6. BIDANG SARANA DAN PRASARANA
- Ketua bidang HARUS TAHU apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab bidangnya dengan memperhatikan kemungkinan koordinasi dengan bidang lain!
- Membuat master plan pengembangan Gereja dan pasturan
- BUKAN BANYAKNYA PROGRAM, TAPI EFEKTIVITAS DAN TEPATNYA PROGRAM

a. Tim Kerja Pemeliharaan: membuat skala prioritas pemeliharaan (bukan model rusak perbaiki atau ganti!) dengan program
b. Tim Kerja Rumah Tangga Paroki: inventarisasi (dibedakan antara milik pasturan dan milik paroki) bekerja sama dengan RT Pasturan
c. Tim Kerja Listrik dan audio system
d. Tim Kerja Keamanan
e. Tim Kerja Rumah tangga Pastoran: inventarisasi (mana milik Pasturan dan mana milik Gereja) bekerja sama dengan RT Paroki); membuat jadual caos dhahar romo


7. WILAYAH DAN LINGKUNGAN
- Koordinator HARUS TAHU apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab bidangnya dengan memperhatikan kemungkinan koordinasi dengan bidang lain!
- Pertemuan rutin untuk membahas aneka persoalan dan pengembangan di lingkungan atau wilayah (dengan romo Pendamping atau secara bersama-sama)
- BUKAN BANYAKNYA PROGRAM, TAPI EFEKTIVITAS DAN TEPATNYA (menjawab kebutuhan umat) PROGRAM

a. Ketua Lingkungan merangkap tugas: mengusahakan untuk tidak terjadi rangkap merangkap tugas (membangun kesadaran pelayanan)
b. Menjadikan lingkungan sebagai basis pengembangan dan pewartaan iman: optimalisasikan misa lingkungan
c. Memaksimalkan lingkungan sebagai basis pastoral: Lingkungan harus punya program!!!!
d. Lingkungan HARUS PUNYA data yang jelas dan tepat!
e. Wilayah berfungsi tidak hanya ketika ada kepanitiaan, tetapi juga punya fungsi koordinasi!




<<First <Back | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | Next> Last>>

 
    LoginAdmin        @copyright 2009 Gereja Katolik St Ignatius Magelang