<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed version="0.3" xmlns="http://purl.org/atom/ns#" xml:lang="en-US">
	<title>Gereja Katolik St Ignatius Magelang Jawa Tengah</title>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.ignatius-magelang.info/mainmessage.php" />
	<modified>2012-05-20T17:54:49Z</modified>
	<author>
		<name>Rm Wito</name>
	</author>
	<copyright>Copyright 2012, Rm Wito</copyright>
	<generator url="http://www.sourceforge.net/projects/sphpblog" version="3.0">SPHPBLOG</generator>
	<entry>
		<title>Malam Paskah Gereja St Ignatius Magelang</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.ignatius-magelang.info/mainmessage.php?entry=entry120409-003552" />
		<content type="text/html" mode="escaped"><![CDATA[<center><img src="allimages/ignatius_paskah2012.jpg" width="334" height="223" border="0" alt="" /></center><br />Ritual penyalan lilin Paskah oleh Romo FX. Krisno Handoyo, Pr mengawali Perayaan Paskah 2012 umat Katolik Magelang di Gereja St. Ignatius. Paskah adalah hari kebangkitan Yesus setelah wafat di kayu salib yang diperingati pada hari Jum’at, 6 April 2012 kemarin.<br /><br />Misa Paskah yang dihadiri oleh lebih dari 2000 umat ini, Romo Krisno, Romo Paroki mengajak seluruh umat untuk bergembira menyambut kebangkitan Tuhan Yesus Kristus dengan bertepuk tangan meriah. Alunan tembang gereja yang berkisah tentang penciptaan dunia dideraskan ditengah – tengah suasana terang lilin yang dibawa oleh masing – masing umat.<br /><br />Bacaan – bacaan dari Injil dan kidung – kidung bermadah ‘gregorian’ mengantar umat yang hadir hingga memenuhi halaman depan dan samping barat gedung Gereja itu untuk meresapi homili ( kotbah ) malam Paskah. Dalam homilinya Romo Krisno mengajak seluruh umat untuk bersyukur dengan menyanyikan ‘Kasih Allah ku sungguh telah terbukti’.<br /><br />Paskah memberi makna bahwa ; kebahagiaan yang sejati hanya bisa dicapai lewat syukur dan penderitaan. Karena Yesus melalui penderitaan hingga disalibkan, wafat dan bangkit demi keselamatan kita, maka kebangkitan Kristus itu memberi kepastian atas keselamatan, demikian pesan homili malam itu.<br /><br />Dalam Misa Syukur malam Paskah yang dimulai dari jam 17.30 dan berlangsung hingga lebih dua jam itu juga diadakan pemberkatan kepada seluruh umat dengan percikan air oleh Romo dan Prodiakon.<br /><br />E. Yusuf Kusuma ( Ketua Komisi Komsos Kevikepan Kedu )]]></content>
		<id>http://www.ignatius-magelang.info/mainmessage.php?entry=entry120409-003552</id>
		<issued>2012-04-08T00:00:00Z</issued>
		<modified>2012-04-08T00:00:00Z</modified>
	</entry>
	<entry>
		<title>Makna Pantang dan Puasa</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.ignatius-magelang.info/mainmessage.php?entry=entry120222-094856" />
		<content type="text/html" mode="escaped"><![CDATA[<center><img src="allimages/ignatius_IMG_4523ab.jpg" width="334" height="223" border="0" alt="" /><br /></center><br />Hari ini, umat Katolik seluruh dunia memulai retret agung. Retret agung itu lebih dikenal dengan nama masa Prapaskah, yaitu masa persiapan untuk menyambut Misteri Paskah. Masa persiapan itu berjalan selama 40 hari. Di mulai dari hari Rabu Abu sampai dengan Jumat Agung. Selama masa retret agung itu, umat Katolik diajak untuk bermati raga melakukan olah rohani dengan aksi pantang dan puasa serta aksi puasa pembangunan sebagai bentuk nyatanya.<br /><br />Pertama, olah rohani dalam bentuk aksi pantang dan puasa. Dalam hukum Gereja disebutkan demikian: “Pantang makan daging atau makanan lain menurut ketentuan Konferensi para Uskup hendaknya dilakukan setiap hari Jumat sepanjang tahun, kecuali hari Jumat itu kebetulan jatuh pada salah satu hari yang terhitung hari raya; sedangkan pantang dan puasa hendaknya dilakukan pada hari Rabu Abu dan pada hari Jumat Agung, memperingati Sengsara dan Wafat Tuhan Kita Yesus Kristus (Kan. 1521).” Menurut hukum ini, hari Jumat menjadi hari pantang. Selama masa Prapaskah, hari pantang dan puasa adalah Rabu Abu dan Jumat Agung. <br /><br />Rabu Abu menjadi awal masa pantang dan puasa dalam masa Prapaskah. Pada Pada hari Rabu Abu, umat Katolik datang ke Gereja dan diberi tanda salib dari abu sebagai simbol upacara ini pada dahinya. Simbol ini mengingatkan umat akan ritual Israel pada jaman dahulu di mana seseorang menabur abu di atas kepalanya atau di seluruh tubuhnya sebagai tanda kesedihan, penyesalan dan pertobatan. <br /><br />Aturan pantang dan puasa dalam Gereja Katolik juga demikian ringan. Dalam pantang, umat Katolik diajak untuk melawan segala bentuk kesenangan diri. Misalnya seseorang yang sangat menikmati rokok, selama masa Prapaskah ia diajak untuk berpantang rokok. Setiap orang yang berumur di atas 14 tahun memiliki kewajiban untuk melakukan pantang. Sedangkan aturan puasa adalah makan kenyang sekali selama sehari. Setiap orang yang berumur antara 18-60 tahun memiliki kewajiban untuk melakukan puasa.<br /><br />Jika kita melihat aturan mengenai pantang dan puasa, amat mudah kan? Kelihatannya sangat mudah, tetapi jika kita berani bertekun atasnya akan terasa betapa tidak mudah melakukan itu. Hakekat pantang dan puasa dalam Gereja Katolik bukan terletak pada menahan lapar atau haus. Hakekat pantang dan puasa adalah melawan diri sendiri. Dengan demikian, persoalannya bukan soal ritual pantang dan puasanya melainkan terletak pada bagaimana kita menghayati makna pantang dan puasa itu. Jika kita hanya menghayati pantang dan puasa sebatas ritual, maka kita akan semkian ingin melakukan hal-hal yang akan menjauhkan kita dari keselamatan. Pantang dan puasa akan semakin bermakna jika kita mampu memaknai pantang dan puasa sebagai sebuah sarana penyelamatan. Penilaian kita atas pantang dan puasa itulah yang akan mempengaruhi perbuatan kita selama masa retret agung ini.<br /><br />Pantang dan puasa dari segala jenis daging tidaklah berarti banyak ketika kita membiarkan telinga kita mendengarkan hal-hal yang tidak benar. Ketika kita berpantang dan berpuasa, berpantang dan berpuasalah dengan telinga juga. Berpantang dan berpuasalah dengan mulutmu, dengan tangan dan kakimu, dan dengan seluruh tubuhmu. Apalah artinya tidak makan dan minum jika kita membiarkan mulut kita mengeluarkan kata-kata kotor, makian, gosip, dan menyebarkan kebohongan. Apa artinya kita tidak makan daging atau makanan yang serba enak, tetapi kita menggigit dan memangsa sesama kita?<br />Kedua, Aksi Puasa Pembangunan. Selain melakukan aksi pantang dan puasa, kita juga diajak sampai kepada gerakan nyata. Gerakan itu disebut sebagai Aksi Puasa Pembangunan (APP). APP ini menyangkut dua aspek, yaitu aspek ke dalam dan keluar. Aspek ke dalam ditandai dengan usaha untuk semakin memperdalam iman dengan aneka bentuk pertemuan dan sarasehan. Sedangkan aspek keluar merupakan tindakan nyata sebagai bentuk pertobatan.<br /><br />Pada bagian sebelumnya saya menyinggung bahwa aturan pantang dan puasa itu demikian mudah. Tetapi amat sulit untuk dilakukan. Saya akan memberikan contoh di sini. Ketika saya pantang merokok, maka selama masa Prapaskah uang untuk beli rokok itu akan saya masukkan dalam kotak APP. Andaikan sehari saya menghabiskan satu bungkus rokok, maka berapa yang akan saya masukkan ke dalam kotak APP? Jika saya melakukannya setiap Jumat, berarti saya memasukkan uang sebesar 10.000 x 7 (Jumat) = 70.000,- Jika saya melakukannya selama masa Prapaskah, berarti saya akan memasukkan uang sebesar 10.000 x 40 (hari) = 400.000. <br /><br />Contoh lain dalam hal puasa. Aturan puasa adalah makan kenyang sekali. Dalam sehari kita makan tiga kali. Dalam keluarga ada 3 orang yang melakukan puasa. Katakanlah biaya untuk sekali makan Rp. 10.000,- Berarti pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung kita memasukkan uang sebesar (3 x 2 x 10.000) x 2 (Rabu dan Jumat) = 120.000. Banyak juga ya? Apakah kita mau mengeluarkan uang segitu banyak dan dimasukkan ke kotak APP. Itu baru untuk puasa, belum untuk pantangnya. <br /><br />Uang yang terkumpul selama masa Prapaskah itu akan digunakan untuk melakukan karya-karya karitatif, terutama untuk membantu mereka yang lemah, miskin, tersingkir, dan difable. Inilah wujud nyata dari gerakan pantang dan puasa. <br /><br />Hakekat pantang dan puasa dalam Gereja Katolik bukan terletak pada ritualnya yang harus begini atau begitu. Hakekat pantang dan puasa adalah “koyakkanlah hatimu, bukan pakaianmu!” Nilai pantang dan puasa bukan terletak pada ritual karena itu hanyalah pakaian. Yang terpenting adalah bagaimana kita melawan diri sendiri dan masuk dalam suasana pertobatan yang terus menerus. Jika kita melakukan pantang dan puasa dengan membatasi pada tidak makan ini atau itu, maka sebenarnya kita telah merendahkan makna dari pantang dan puasa itu sendiri. <br />]]></content>
		<id>http://www.ignatius-magelang.info/mainmessage.php?entry=entry120222-094856</id>
		<issued>2012-02-22T00:00:00Z</issued>
		<modified>2012-02-22T00:00:00Z</modified>
	</entry>
	<entry>
		<title>Pengesahan Program Kerja Dewan Paroki St Ignatius</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.ignatius-magelang.info/mainmessage.php?entry=entry120220-085636" />
		<content type="text/html" mode="escaped"><![CDATA[<center><img src="allimages/ignatius_rapb.jpg" width="334" height="204" border="0" alt="" /></center><br />Magelang -  Setelah bertekun dalam proses selama hampir tiga bulan, RAPB Paroki St Ignatius Magelang akhirnya disahkan. Dalam rapat pleno yang mengambil tempat di Panti Bina Bhakti itu, program kerja Dewan Paroki dinyatakan berlaku untuk tahun anggaran 2012. Pengesahan itu menjadi titik awal perjalanan Gereja St Ignatius.<br /> <br />Sebelum disahkan, Dewan Harian memberikan laporan pertanggungjawaban gerak pastoral yang telah dibuat selama tahun 2011. Segala kemajuan dan kekurangan dipaparkan dengan gamblang oleh bapak Sarkum, Wakil Ketua Dewan Paroki St Ignatius. Setelah pemaparan pertanggungjawaban diterima oleh Dewan Pleno, acara dilanjutkan dengan pemaparan mengenai program kerja tahun 2012 yang telah dibuat oleh masing-masing bidang.<br /><br /><center><img src="allimages/ignatius_rabp1.jpg" width="334" height="212" border="0" alt="" /></center><br /><br />Romo FX Krisno Handoyo Pr, Ketua Dewan Paroki St Ignatius Magelang, mengajak anggota pleno untuk melihat program-program yang sebelumnya telah dicermati oleh tim khusus. Catatan-catatan yang telah dibuat oleh tim khusus itu disampaikan kepada forum untuk dipikirkan bersama dan diambil jalan tengahnya. “Kita tidak usah berpikir soal biaya. Kalau memang program yang kita buat tidak relevan dan signifikan, kita harus berani membuangnya. Tetapi jika program itu sungguh relevan dan signifika harus diperjuangkan. Kalau dananya kurang, kita tambahi,” demikian tegas romo Krisno.<br /><br />Pengesahan RAPB 2012 paroki St Ignatius Magelang ini menjadi bagian dari proses yang telah dimulai sejak awal bulan Desember 2011. Pada tanggal 10-11 Desember, Dewan Paroki St Ignatius memulai langkah dengan melakukan evaluasi sekaligus merumuskan fokus pastoral yang hendak diperjuangkan selama tahun 2012. Dengan terang ARDAS KAS, visi dan misi Paroki St Ignatius, dan konteks umat dibuatlah kerangka pastoral selama tahun 2012. Fokus pastoral ini akhirnya membuahkan rekomendasi untuk masing-masing bidang yang kemudian ditindaklanjuti dengan pembuatan program kerja. Pokok perhatian utama tahun 2012 adalah peningkatan pemahaman umat akan pokok-pokok iman. Selain itu, terdapat juga perhatian akan KLMTD dan optimalisasi peran kaum awam. <br /><br />Setelah rapat kerja itu, masing-masing bidang bergerak untuk menindaklanjuti rekomendasi yang telah diberikan. Rekomendasi itu ditajamkan dalam diskusi-diskusi yang terjadi pada masing-masing bidang. Dari sinilah dihasilkan program-program kerja masing-masing tim kerja. Proses ini berakhir pada pengesahan program kerja 2012 yang terjadi pada hari Minggu, 19 Februari 2012.<br />Dengan disahkannya program kerja itu, langkah dinamika Gereja St Ignatius terus digulirkan. Semoga Gereja St Ignatius menjadi semakin signifikan dan relevan bagi Gereja dan masyarakat. Tuhan memberkati.<br />]]></content>
		<id>http://www.ignatius-magelang.info/mainmessage.php?entry=entry120220-085636</id>
		<issued>2012-02-20T00:00:00Z</issued>
		<modified>2012-02-20T00:00:00Z</modified>
	</entry>
	<entry>
		<title>OMK IGNATIUS MERAYAKAN VALENTINE</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.ignatius-magelang.info/mainmessage.php?entry=entry120213-233709" />
		<content type="text/html" mode="escaped"><![CDATA[<center><img src="allimages/ignatius_valentine.jpg" width="334" height="223" border="0" alt="" /></center><br />14 Februari adalah peringatan hari valentine atau hari kasih sayang. Atas perayaan hari kasih sayang itu ada banyak tanggapan, entah menerima atau menolak. Penolakan-penolakan atas hari kasih sayang ini beraneka ragam. Ada sekelompok anak muda yang melakukan demo menentang perayaan hari kasih sayang. Ada pula yang menyebarkan slogan Sukseskan Gerakan Anti Perayaan Valentine di berbagai jejaring sosial. Salah satu alasan yang sering saya temukan adalah karena perayaan itu bisa menghancurkan generasi muda. Rasa saya, pernyataan ini sangat tergantung dari mana kita memandangnya.<br /><br />Dalam kenyataannya, ada banyak orang muda yang menyalahartikan hari kasih sayang sebagai saat melepaskan hasrat dan nafsu. Valentine day dimaknai sebagai saat yang tepat untuk melepaskan keperjakaan atau keperawanan. Bagi mereka ini, ucapan dan ungkapan kasih sayang harus sampai kepada tindakan nyata. “Apa buktinya kalau kamu sayang aku?” demikian yang sering menjadi pembenarannya. Akhirnya mereka ini terjerumus pada sebuah praktek menyimpang dari hakekat peringatan hari kasih sayang. Kaidah moral yang telah ditanamkan sejak kecil taklagi berbunyi. Mereka menjadi seperti binatang yang mengumbar nafsi tanpa mengenal tempat dan waktu. <br /><br />Apakah hari kasih sayang harus diwujudkan seperti itu? Rasa saya tidak. Ada banyak cara untuk menyatakan sayang kepada orang yang dikasihi. Itulah yang dibuat oleh orang muda di Gereja St Ignatius Magelang. Keprihatinan akan penyimpangan hari kasih sayang membawa mereka bercermin, “apakah hari kasih sayang tidak bisa dimaknai secara lebih positif?” Itulah pertanyaan dasar yang menggerakkan mereka untuk berbuat sesuatu secara positif. Muncullah sebuah tema, “Karena Cinta Kita ada”. Pada hari Minggu, 12 Februari 2012 pelataran pasturan St Ignatius Magelang menjadi saksi kiprah kaum muda memaknai sebuah perayaan hari kasih sayang. Cinta tidak sama dengan nafsu. Cinta mendorong orang untuk menngekspresikan diri dan membuat orang semakin berkembang. Dengan konsep itu, mereka mengajak orang muda untuk menampilkan dan mengekspresikan cinta yang ada dalam diri mereka. Dan demikian luar biasa. Orang muda mampu menampilkan diri secara positif. Mereka mampu membagikan diri mereka kepada yang lain. <br /><br />Sekelompok remaja yang sedang berproses mencari jati dirinya sering menjadi korban penyimpangan arti hari kasih sayang. Kelabilan jiwa mereka sering salah arah karena pergaulan yang salah pula. Tetapi dalam acara itu, mereka menunjukkan bahwa mereka bisa mengisi hari kasih sayang secara berbeda. Pencarian jati diri itu diisi dengan menampilkan kemampuan mereka dalam bermain musik dan bernyanyi. Tembang-tembang dolanan mereka lantunkan dengan apik. Meski alat yang mereka gunakan sangat sederhana, tetapi mereka mampu memainkannya dengan harmonis. Pencarian jati diri tak selalu jatuh pada lubang yang salah. <br /><br /><center><img src="allimages/ignatius_valentine1.jpg" width="334" height="223" border="0" alt="" /></center><br /><br />Gelora semangat muda ternyata bisa disalurkan pada sesuatu yang bernilai positif. Komunitas sepeda ini menunjukkan bahwa mereka mampu menyalurkan gairah muda mereka untuk mengembangkan bakat dan minat. Gairah muda itu dimaknai dengan mengembangkan minat mereka pada aktraksi sepeda. Dengan lincah mereka meliuk-liuk di atas sepeda dengan menjaga keseimbangan badan. Atraksi yang menghibur dan mengundang banyak orang untuk memberikan tepuk tangan. <br />Orang muda selalu mencari dan terus mencari. Style menjadi penanda atas pencarian itu. Mereka belajar banyak dari style yang terus berkembang. Itulah yang ditunjukkan oleh komunitas Harajuku Magelang. Dalam pagelaran hari kasih sayang itu, komunitas ini menunjukkan cara lain dalam memaknai hari kasih sayang. Kecintaan mereka pada dunia fashion membawa mereka pada minat yang sama: harajuku style. Kecintaan mereka itu tidak hanya berhenti pada kecintaan fashion semata, tetapi mereka pun belajar bahasanya juga. Tampilan dipertontonkan akhirnya mengundang banyak orang untuk datang dan berfoto bersama mereka. Sisi lain dari makna sayang mereka tampilkan. <br /><br /><center><img src="allimages/ignatius_valentine2.jpg" width="334" height="223" border="0" alt="" /></center><br /><br />Yang menarik bagi saya adalah kehadiran sekelompok anak muda yang mementaskan beberapa langgam jawa dengan iringan gamelan. Ketika budaya lokal semakin tergeser ke pinggiran, ternyata masih ada sekelompok anak muda yang asyik dan menekuni budaya warisan leluhur. Dengan lincah mereka memainkan alat musik gamelan. Beberapa tembang jawa mengalun. Sebuah tanda bahwa masih banyak orang muda yang cinta budaya. Masih banyak anak muda yang peduli dengan kebudayaan warisan nenek moyang mereka. Melalui tampilan itu, mereka ingin menunjukkan makna kasih sayang secara berbeda. Mereka sayang dengan budaya. Dan itu mereka tunjukkan dengan melestarikan budaya itu. Sebuah usaha yang patut diacungi jempol.<br /><br /><center><img src="allimages/ignatius_valentine3.jpg" width="334" height="223" border="0" alt="" /></center><br /><br />Di balik rasa benci atas penyelewenggan makna hari kasih sayang, ternyata ada cinta akan hari kasih sayang. Ada banyak orang yang menggunakan hari itu sebagai penanda dan sekaligus menjadi saat pembaharuan ikrar kasih yang telah sekian lama terjalin. Ketika orang muda disorot karena sering dianggap menjadi pelaku penyelewengan ternyat bisa menunjukkan makna kasih sayang secara positif. Kini, hari kasih sayang telah mendapatkan pemaknaan baru yang bisa diterima oleh setiap orang yang berpikiran luas. Masihkah kita berpikir negatif tentang hari kasih sayang?<br /><br />Selamat hari Kasih Sayang. <br />]]></content>
		<id>http://www.ignatius-magelang.info/mainmessage.php?entry=entry120213-233709</id>
		<issued>2012-02-13T00:00:00Z</issued>
		<modified>2012-02-13T00:00:00Z</modified>
	</entry>
	<entry>
		<title>MISA SYUKUR IMLEK 2563</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.ignatius-magelang.info/mainmessage.php?entry=entry120129-105227" />
		<content type="text/html" mode="escaped"><![CDATA[<img src="allimages/ignatius_I_1.jpg" width="334" height="223" border="0" alt="" /><br /><br />Perayaan Ekaristi Syukur Tahun Baru Imlek 2563 di Gereja St. Ignatius Magelang pada hari Minggu, 29 Januari 2012. Misa dipimpin konselebran oleh ; Romo Tombokan, MSC, Romo FX. Krisno Handoyo, Pr. dan Romo Martoyoto, Pr.<br /><br /><img src="allimages/ignatius_I_2.jpg" width="334" height="223" border="0" alt="" /><br /><br /><img src="allimages/ignatius_I_3.jpg" width="334" height="223" border="0" alt="" /><br /><br /><img src="allimages/ignatius_I_4.jpg" width="334" height="223" border="0" alt="" /><br /><br /><img src="allimages/ignatius_I_5.jpg" width="334" height="223" border="0" alt="" /><br /><br /><img src="allimages/ignatius_I_11.jpg" width="334" height="223" border="0" alt="" /><br /><br /><img src="allimages/ignatius_I_12.jpg" width="334" height="223" border="0" alt="" /><br /><br /><img src="allimages/ignatius_I_13.jpg" width="334" height="223" border="0" alt="" /><br /><br /><img src="allimages/ignatius_I_14.jpg" width="334" height="223" border="0" alt="" /><br /><br /><img src="allimages/ignatius_I_15.jpg" width="334" height="223" border="0" alt="" /><br />]]></content>
		<id>http://www.ignatius-magelang.info/mainmessage.php?entry=entry120129-105227</id>
		<issued>2012-01-29T00:00:00Z</issued>
		<modified>2012-01-29T00:00:00Z</modified>
	</entry>
	<entry>
		<title>HARI ANAK MISIONER KE 169</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.ignatius-magelang.info/mainmessage.php?entry=entry120108-134308" />
		<content type="text/html" mode="escaped"><![CDATA[<img src="allimages/ignatius_Rm_Nur_Widi,_Rm_Issri,_Rm_Krisno_-.jpg" width="334" height="224" border="0" alt="" /><br /><br />Minggu pagi hingga siang kemarin  8 Januari 2012, pelataran Gereja St. Theresia Salam yang berada disebelah utara sungai Krasak dan menjadi batas antara Kabupaten Magelang dan Kabupaten Sleman DIY. dipenuhi oleh anak – anak dan remaja dari berbagai daerah se eks. Karesidenan Kedu. Hentakan alunan suara rebana yang ditabuh anak - anak dari Paroki Salam mengiringi langkah sekitar 1000 anak memasuki perayaan peringatan Hari Anak Misioner ke 169 yang bertepatan dengan Hari Penampakan Tuhan ( Kalender Gereja Katolik ).<br />Hari Anak Misioner lahir lewat Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner yang memiliki arah pembinaan terhadap perlindungan dan hak – hak azasi anak. Anak – anak dan remaja pantas mendapatkan perhatian, perlindungan dan kasih sayang bukan karena keturunan ras, golongan atau status sosial tertentu, melainkan karena didalam diri anak – anak dan remaja sendiri memang berharga dan bermartabat. Hal ini sejalan dengan konvensi internasional PBB tentang perlindungan dan hak azasi anak. Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner merupakan gerakan internasional dari anak – anak yang paling tua diseluruh dunia. Gerakan ini di Indonesia baru dimulai sekitar tahun 1970.<br /><br /><img src="allimages/ignatius_DSC_0021.jpg" width="334" height="224" border="0" alt="" /><br /><br />Peringatan Hari Anak Misioner ke 169 ini dirayakan dengan Ekaristi/ Misa yang dipimpin secara konselebran (bersama – sama) oleh Romo FX. Krisno Handoyo, Pr. Romo Vikep. Kedu, Romo L. Issri  Purnomo, Pr. Romo Paroki Salam dan Romo M. Nur Widi, Pr., Romo Komisi Karya Misioner Keuskupan Agung Semarang dengan didukung oleh anak – anak dari Paroki – paroki se Kevikepan Kedu, meliputi Salam, Muntilan, Sumber, Tumpang, Mertoyudan, Magelang, Temanggung, Parakan dan Rowoseneng. Masing – masing anak dari paroki masing – masing tampil dengan kekhasannya. Melalui perayaan ini anak – anak dan remaja diajak rela dan bersedia mengambil bagian dalam perutusan Gereja untuk menjadi bintang, bukan hanya sebagai objek melainkan subyek yang rela dan bersedia membagikan apa yang menjadi miliknya meskipun sedikit kepada anak – anak lain, rela berbagi secara nyata dengan saling menerima teman yang berlainan budaya, talenta, juga agama.<br /><br />Mendung tipis di langit Salam tidak mengurangi keceriaan anak – anak dan remaja mengikuti acara demi acara. Sambil melantunkan kidung – kidung gerejawi dengan berbagai iringan musik dari alat – alat musik etnik seperti calung, ketipung, kendang  hingga alat musik modern gitar, elekton, anak – anak juga memadukan gerakan – gerakan tari – tarian. Dalam membuka perayaan Romo Krisno mengajak anak – anak dan remaja se Kevikepan Kedu  untuk menjadi bintang sebagaimana bintang yang membimbing tiga orang Raja dari timur menemukan Sang Juru Selamat Yesus yang lahir lebih dari 2000 tahun yang lalu. Sosok 3 raja menggambarkan orang memiliki kekuasaan sebagai raja, namun sangat bijaksana dalam mengamalkan panggilannya dan selalu menyertakan Sang Pencipta dalam setiap keputusan – keputusan dalam melakoni kehidupannya. Kisah tiga raja ini juga yang diangkat oleh anak – anak dari Dusun Juwono Sumber dalam bentuk teaterikal dengan balutan nuansa pedesaan khas lereng gunung Merapi. Sementara itu Romo Issri bersama anak – anak dari SMA Seminari Menengah Mertoyudan bertutur tentang kasih dan solideritas lewat tokoh boneka dalam serial ‘Teletabis’.  <br /><br /><br />E. Yusuf Kusuma, Ketua Komisi Komunikasi Kevikepan Kedu.  <br /><br />]]></content>
		<id>http://www.ignatius-magelang.info/mainmessage.php?entry=entry120108-134308</id>
		<issued>2012-01-08T00:00:00Z</issued>
		<modified>2012-01-08T00:00:00Z</modified>
	</entry>
	<entry>
		<title>OPEN HOUSE \\\&#039; NATAL 2011</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.ignatius-magelang.info/mainmessage.php?entry=entry111225-104031" />
		<content type="text/html" mode="escaped"><![CDATA[<img src="allimages/ignatius_natal2011_3.jpg" width="334" height="250" border="0" alt="" /><br /><br /><br />‘Open House’ Natal 2011 di Gereja St. Ignatius Magelang.<br /><br />Udara dingin dan cuaca mendung mewarnai acara ‘open house’ Natal Gereja St. Ignatius Magelang, Minggu 25 Desember 2011 di pelataran belakang pastoran St. Ignatius Magelang. Hujan rintik – rintik dan alunan tembang ‘mocopat’ membuka acara sederhana yang dihadiri oleh Walikota Ir. H. Sigit Widyonindito, MT., Wakilwalikota Joko Prasetyo, SE., Sekda Drs. Sugiharto, Ketua DPRD. M. Hasan Suryoyudho, SH.MH. jajaran Muspida dan sejumlah Kapala SKPD Kota Magelang serta para tokoh agama dan tamu undangan dari berbagai organisasi kemasyarakatan. <br /><br />Dalam pengantarnya Romo Paroki St. Ignatius Magelang FX. Krisno Handoyo, Pr. menyampaikan visi program kerja umat Katolik hingga 5 tahun kedepan sebagaimana termuat dalam ‘roadmap’/ peta jalan pencapaian Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang 2011 – 2015 yang dirumuskan dengan P4, yaitu ; Pendalaman iman yang mendalam dan tangguh, Peran serta umat dalam kehidupan sosial, politik dan kemasyarakatan, Pemberdayaan kaum KLMTD ( Kecil, Lemah, Miskin, Tersingkir dan Difabel serta anak berkebutuhan khusus, dan Pelestarian keutuhan ciptaan.<br /><br />Lebih lanjut dikatakan Romo Krisno yang juga Romo Vikep Kedu ini mengenai data Litbang Paroki St. Ignatius Magelang sehubungan keterlibatan umat Katolik dalam Pemilu yang lalu adalah 96,73% dari total umat yang berjumlah lebih dari 4000 orang. Juga mengenai tingkat kepercayaan umat terhadap Pemerintah yang 94,72 %., ini artinya masih ada umat yang merasa sakit hati. Oleh karena itu mohon maaf dan berharap agar pada Pemerintahan yang sekarang ini dibawah kepemimpinan Walikota Bapak Sigit Widyonindito dapat menyembuhkan rasa sakit hati tersebut, sehingga umat Katolik di kota Magelang menjadi Gereja yang semakin dimampukan menjadi gereja yang signifikan dan relewan.<br /><br />Walikota Magelang H. Sigit Widyonindito dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam satu setengah tahun pemerintahannya ini baru merupakan awal dalam mewujudkan visinya menjadikan kota Magelang sebagai kota harapan, kota jasa yang aman, sejahtera dan berkeadilan, dan menjadi kota sejuta bunga. Dengan mulai menata kota dan memperbaiki kinerja pemerintahan, layanan - layanan publik maka akan menarik investor baik dari luar maupun dalam kota sendiri, sehingga diharapkan pada gilirannya akan mensejahterakan masyarakat.  <br /><br />Momentum Natal 2011 dalam ‘open house’ Gereja St. Ignatius Magelang yang berlangsung sekitar dua jam ini nampaknya melewati pesan – pesan verbal yang seringkali disampaikan dalam perayaan – perayaan Natal, namun justru menjadi bermakna dialog antara pemerintah dan masyarakat dalam mencoba menterjemahkan visi membangun kota Magelang agar lebih baik, lebih signifikan dan relevan serta lebih mensejahterakan rakyatnya.<br /><br /><br />Magelang, 25 Desember 2011<br />( E. Yusuf Kusuma, Ketua Komisi Komunikasi Sosial Kevikepan Kedu ) <br /><br />     <br /><img src="allimages/ignatius_natal2011_2.jpg" width="334" height="250" border="0" alt="" /><br /><br /><img src="allimages/ignatius_Natal2011_1.jpg" width="334" height="250" border="0" alt="" /><br /><br /><img src="allimages/ignatius_natal2011_4.jpg" width="334" height="250" border="0" alt="" />]]></content>
		<id>http://www.ignatius-magelang.info/mainmessage.php?entry=entry111225-104031</id>
		<issued>2011-12-25T00:00:00Z</issued>
		<modified>2011-12-25T00:00:00Z</modified>
	</entry>
	<entry>
		<title>KEBIJAKAN  PASTORAL  DAN  MEKANISME-PROSES menuju  PROGRAM  KERJA  DAN  RAPB-I  PAROKI Th. 2012</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.ignatius-magelang.info/mainmessage.php?entry=entry111210-010142" />
		<content type="text/html" mode="escaped"><![CDATA[<center><img src="allimages/ignatius_gereja_igna.jpg" width="334" height="223" border="0" alt="" /></center><br />Pengantar<br /><br />	Paroki St. Ignatius mempunyai motto: BERUBAH UNTUK BERBUAH. Motto tersebut merupakan “niat/semangat” (bc. Habitus baru; bdk. hal. 9: “Semoga.. inspirasi, mengilhami dan mengobarkan semangat….”) untuk mewujudkan VISI dan MISI Paroki St. Ignatius (lih. Buku Visi &amp; Misi hal 10-12). Visi dan Misi tersebut perlu dijabarkan dalam program kerja Dewan Paroki. <br />	Paroki St. Ignatius Magelang merupakan bagian dari (sense of belonging) Keuskupan Agung Semarang/KAS (bdk. Pembukaan PPDP, hal. 8).  Maka kebijakan atau gerak pastoral KAS mesti juga menjadi gerak pastoral Paroki.<br />	<br />A.	 KEBIJAKAN  PASTORAL<br /><br />1.	Keuskupan Agung Semarang  <br /><br />1.1.	Kekhasan Ardas KAS 2011 – 2015<br /><br />	Ardas KAS 2011 – 2015 mempunyai 3 kekhasan yakni: 1). Signifikansi dan Relevansi; 2). Optimalisasi peran kaum awam; dan 3). Sinergis karya Pastoral.<br /><br />1.2.	RoadMap Tahun 2012  <br /><br />Ardas KAS 2011 – 2015 tidak menggunakan focus pastoral tahunan berdasarkan segme/kelompok, seperti Ardas sebelumnya melainkan menggunakan peta jalan atau yang sering disebut roadmap, yang menjadi garapan sepanjang 5 tahun.<br />RoadMap Ardas KAS berisi 4 tema garapan, yang sering disingkat dengan P4, yakni: 1). Pengembangan Iman yang Mendalam dan Tangguh; 2). Peningkatan Peran Kaum Awam; 3). Pemberdayaan KLTMD, Abk; dan 4). Pelestarian Keutuhan Ciptaan.<br /><br /><br />1.3.	Perjalanan Ardas KAS 2011 – 2015<br /><br />Tahun 2012 merupakan tahun kedua perjalanan Ardas KAS 2011 – 2015. Meskipun tahun 2011, yakni tahun Konsientisasi dan Pendataan  sudah berakhir namun tentu bukan berarti sudah sempurna begitu saja. Bahkan konsientisasi itu juga masih perlu diperdalam lagi (bdk. 16 Tema Konsientisai Ardas Kas 2011 – 2015). Begitu pula pendataan yang sudah terjadi, selain masih selalu harus diperbaharui, sudah dapat juga dipakai dasar program kerja Dewan paroki 2012 (bdk. Presentasi hasil penkdataan oleh Litbang). <br />	Pada tahun 2012 ini yang menjadi tekanan garapan/focus dalam P4 tersebut adalah: 1). Pembelajaran pokok-pokok iman dan keintiman dengan Allah; 2). Civic education dan kaderisasi; 3). Pemberdayaan (karitatif-edukatif-animatif) KLMTD; dan 4). Edukasi-animasi komunitas-komunitas untuk penyelamatan keutuhan ciptaan.<br /><br />2. Paroki St. Ignatius Magelang<br /><br />2.1. Visi Misi Paroki St. Ignatius Magelang<br /><br />Paroki St. Ignatius Magelang mempunyai buku saku VISI MISI (bdk. Jangan-jangan sudah tidak pernah dibaca atau malah hilang atau ketlingsut). Saya cenderung mengatakan bahwa buku tersebut juga menjadi semacam ARDAS Paroki St. Ignatius Magelang 2009 - 2014. Bagaimana buku tersebut digunakan? Bisa dilihat dan dibaca dalam Kata Sambutan alinea 2 dan 3 halaman 3, yang kalimat kuncinya adalah “…..mengarahkan segala gerak, langkah program dan pemikiran untuk mewujudkan cita-cita yang ingin kita capai di masa yang akan datang…” <br /><br />2.2. Tekanan Tahun 2012<br /><br />	Dalam buku Visi Misi Paroki St. Ignatius Magelang halaman 59 no. 5 disebutkan bahwa tekanan pastoral untuk tahun 2012 adalah Mengintensifkan Karya-Karya Gereja. Karya-karya gereja itu meliputi Liturgi, Kerygma/Pewartaan, Diakonia/Pelayanan Kemasyarakatan, Koinonia/ Persekutan dan Martiria (bdk. semangat/spritualitas bagi keempat karya sebelumnya).<br />	Pertanyaan mendasar adalalah bagaimana karya-karya tersebut diintesifkan atau dioptimalkan untuk P4 dengan fokusnya di tahun 2012?<br />	Alinea pertama dan kedua pada no. 4 tadi sangat jelas menunjuk soal signifikansi dan relevansi bagi umat, ….. agar karya Gereja semakin menyentuh dan menjawab persoalan umat..” (baca. warganya dan masyarakat). Bahkan juga dengan jelas menunjuk soal focus garapan Ardas Kas, …..pencerdasan dan pencerahan dengan pembinaan dan penyegaran terus menerus akan meningkatkan mutu iman umat” (bdk. Peningkatan Iman yang mendalam dan tangguh).<br /><br />3.	Keuangan atau Anggaran <br /><br />3.1.	Kebijakan Keuangan/Anggaran<br /><br />Kebijakan keuangan/anggaran kegiatan-Program mengacu pada Memo Paroki St. Ignatius Magelang no. 01/B/PKP/I/10 dengan beberapa catatan atau koreksi/revisi dalam perjalanan waktu (bdk. Hasil Rapat tgl. 12 dan 26 Januari 2011). Koreksi itu antara lain terdapat dalam;<br /><br />3.1.1.	No. 1.5.1. Soal Kepanitiaan<br />Untuk menghindari pencarian dana yang hanya kepada pihak-pihak tertentu saja, maka buku panduan liturgy hari raya tidak menggunakan iklan. Panduan liturgi langsung ditangani oleh tim kerja liturgy dan peribadatan (bdk. Iklan hanya dua halaman yang dikoordinasi oleh Bendahara Paroki). Ini dimaksudkan  untuk mengoptimalkan keterlibatan dan partisipasi wilayah yang menjadi panitia, sekaligus agar lebih berkonsentrasi dalam mempersiapkan pelaksanaan hari raya tersebut. Tentu dewan paroki tidak akan berdiam saja ketika ada hal yang  memberatkan atau kesulitan dalam soal pembiayaan; masih selalu dapat dibicarakan bersama.<br />Iklan akan dioptimalkan bilamana ada penerbitan buku kenangan dalam kerangka ulang tahun paroki. Maka memo no. 1.5.1. sudah tidak berlaku lagi.<br /><br />3.1.2.	Pemanfaatan DanPamis dan 25 % APP Paroki<br />Dana papa miskin (DanPamis) lebih dimanfaatkan untuk bantuan yang bersifat karitatif dan 25% APP Paroki dimanfaatkan untuk pemberdayaan (bdk. Kriteria dan Alokasi Penyaluran/Penggunaan Dana, tgl. 1 Januari 2011).<br />Maka memo no. 3.2.2. dan 3.2.3. sudah tidak berlaku lagi.<br /><br />3.1.3.	Perhatian terhadap Pendidikan Calon Imam/Seminari<br />Kolekte Jumat I digunakan untuk sumbangan ke Seminari, namun tidak hanya untuk Seminari Mertoyudan tetapi juga untuk Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan, yakni dengan per semester. Maka memo no. 4.1. sudah tidak berlaku lagi.<br /><br />3.2.	Penggalangan Dana<br />3.2.1.	Ngamen<br />Paroki memberi kesempatan pihak lain untuk menggalang dana dalam Perayaan Ekaristi, entah untuk pembangunan gereja atau yang lain, maksimal dua kali dalam setahun, yakni bulan Mei dan November. Adapun jadwal dapat diatur bersama dan atau oleh tim kerja paduan suara.<br /><br />3.2.2.	Proposal<br />Kalau ada pihak luar (Romo atau awam) mencari dana ke umat melalui jalur lingkungan atau wilayah harus sepengetahuan/ijin Romo Paroki, kecuali sifatnya pribadi. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.<br /><br />3.3.	Penetapan Anggaran tahun 2012  <br /><br />Dalam rapat tim khusus tanggal 19 Oktober 2011 dan atas dasar pertimbangan Ketua dewan paroki ditetapkan besarnya anggaran sebagai berikut;<br />3.3.1.	Konsumsi: minum+snack sebesar Rp 4.000,- dan makan sebesar Rp. 8.000,-<br />Nb. Pertemuan/rapat yang tidak lebih dari 2,5 jam atau tidak melewati jam makan siang (Pk. 12.30)  atau jam makan malam (Pk. 19.00) cukup snack saja atau dapat juga makan saja<br /><br />3.3.2.	Kepanitiaan <br />Anggaran untuk kepanitian dinaikan 10% dari anggaran tahun 2011, kecuali Panitia Misa Arwah. Anggaran untuk; Natal (22 juta); Paska (27,5 juta); HUT (13,75 juta); Arwah (7,5 juta); Imlek dan Sura (3,85 juta)<br />3.3.3. Nara Sumber: (A: 1 juta; B: 500 ribu; C: 250 ribu)<br />3.3.4. Transportasi: 1 liter per 10 Km<br /><br /><br />B.	MEKANISME-PROSES  menuju PROGRAM KERJA DAN  RAPB 2012<br /><br />1.	Penyusunan Program Kerja dan Anggarannya<br /><br />Proses penyusunan progam kerja itu melalui beberapa tahap, yakni;<br /><br />1.1.	Rabu, tanggal 16 November 2011: Pk. 18.00 – 20.00 WIB<br /><br />•	Visi &amp; Misi Paroki St. Ignatius (bdk. Bpk. FX. Sarkum)<br />•	Ardas KAS 2011- 2015 – RoadMap Prioritas Pastoral Ardas/P4 (bdk. Rm. FX. Krisno Handoyo, Pr)<br />•	Format Blangko Programasi dan Penjelasan Kolomnya (bdk. Rm. FX. Krisno Handoyo, Pr; Sekretariat)<br /><br />1.2.	 Sabtu-Minggu, tanggal. 10 - 11 Desember 2011 di Parakan:<br /><br />•	Hasil Pendataan Umat dan Pendataan Ardas (bdk. Bpk. FX. Sugiyanto, Lit-Bang)<br />•	Rekomendasi Program Kerja Visioner berdasarkan Roadmap Ardas KAS (bdk. Rm. YS. Slamet Witokaryono, Pr)<br /><br />1.3.	Paska Rapat Kerja di Parakan<br /><br />Tim Kerja dan atau bersama Ketua Bidangnya memulai penyusunan program kerja dan anggaran tahun 2012, yakni<br />•	Kegiatan rutin seperti rapat-rapat<br />•	Program kerja khusus/khas tim kerja bersangkutan (eg. Timja Sakramen Inisiasi: Pelaksanaan baptisan bayi)<br />•	Program Kerja Visioner, berdasarkan rekomendasi hari ini, yakni berkaitan dengan P4 (bdk. Program kerja yang mendukung Ardas KAS) <br /><br />	Program kerja tersebut diserahkan langsung atau melalui ketua bidang kepada sekretariat (Bpk. Handoko atau Bpk. Pamungkas) paling lambat tanggal tanggal 8 Januari 2012 (bdk. meski masih ada ruang program atas dasar masukan rekomendasi/hasil Tepas)<br />1.4.	Rabu, tanggal 11 Januari 2012: Pk. 18.00: Rapat Dewan Harian Paroki<br />•	Progress  Report penyusunan program kerja dan anggarannya<br />•	Ketua bidang mengawal penyusunan program tim kerjanya<br />•	Persiapan Laporan tahunan (bdk. PPDP Bab III Ps. 8 no.4); Wakil Ketua II dan Sekretariat untuk karya pastoral serta Bendahara (+ Bpk. Pamungkas) untuk laporan keuangan tahunan.<br /><br />1.5.	Rabu-Jumat, tanggal 18 – 20 Januari 2012: Temu Pastoral  Kevikepan <br />•	Yang hadir semua Romo Paroki (3) dan wakil Litbang (2), Pewartaan (1) dan Pelayanan Kemasyarakatan (1)<br />•	Rekomendasi program sebagai paroki, bagian rayon dan atau kevikepan.<br /><br />1.6.	Rabu, tanggal 25 Januari 2012: Pk. 18.00 WIB &gt; Rapat Dewan Inti plus Para Ketua Lingkungan dan Ketua Kelompok Kategorial; <br />Masukan Tepas dan Paparan Umum Program Kerja Visioner<br />Nb. Dua Minggu ke depan ada pendampingan per bidang untuk mencermati program kerja (bdk. salah satu harinya pada no. 1.7)<br /><br />1.7.	Rabu tanggal. 1 Februari 2012, Pk. 18.00 WIB &gt; Rapat Tim Khusus <br />Mencermati Program Kerja dan RAPB-I 2012 dan Persiapan Narasi Program Kerja dan RAPB-I 2012<br /><br />1.8.	Rabu, tanggal 8 Februari 2012 : Pk. 18.00 WIB &gt; Rapat Dewan Harian; Pemantaban dan Finalisasi Program Kerja dan RAPB-I 2012 dan Laporan Reksa Pastoral 2011<br /><br />1.9.	Minggu, tanggal 12 atau 19 Februari 2012, Pk. 10.00 WIB &gt; Rapat Dewan Pleno (bdk. PPDP Bab. III Ps. 22).<br />•	Laporan Pertanggungjawaban Reksa Pastoral 2011 (bdk. Hasil monev tgl.19 Oktober 2011; Bpk. Sarkum; PPDP Bab. III Ps. 22 )<br />•	Pengesahan Program Kerja dan RAPB-I 2012<br />Nb. Tgl. 15 Februari 2012; Rapat Dewan Inti dipakai sebagai Finalisasi Program Kerja dan RAPB-I 2012<br /><br />Program Kerja dan RAPB-I 2012 Paroki St. Ignatius Magelang dikirim ke Keuskupan Agung Semarang paling lambat akhir bulan Februari 2012 dan sekaligus Laporan Tahunan reksa pastoral  2012. <br />Nb. * Program Kerja yang harus berjalan di bulan Januari-Februari tidak harus menunggu pengesahan Program Kerja dan RAPB-I Paroki 2012 (diketahui dan disetujui oleh Ketua bidang dan Romo Pendamping)<br /><br />2.	Pendukung Pelaksanaan Program Kerja<br /><br />2.1.	Agenda Pastoral Paroki Tahun 2012<br />Untuk memastikan bahwa lingkungan/wilayah mendapat pelayanan maka dibuat Agenda Pastoral Paroki Tahun 2012.<br /><br />2.1.1.	Hari Senin dan Jumat dijadwalkan untuk lingkungan-lingkungan <br />•	Jadwal akan dilayani oleh Rm. Pendamping (bdk. Kalau Rm. Pendamping tidak bisa akan mencari waktu lain atau mengadakan pembicaraan dengan lingkungan yang bersangkutan; kalau ketua/ pengurus lingkungan diam saja berarti tidak mengunakan jadwal, alias menolak berkat he he)<br />•	Sebaiknya tidak digunakan untuk misa tetapi untuk kunjungan, sarasehan, atau apa saja yang lebih berguna untuk pembinaan umat lingkungan (bdk. Mendukung Ardas KAS dengan P4-nya)<br />•	Untuk misa ujub (arwah dan syukur atau yang lain); pertama-tama menghubungi Rm. Pendamping. Apabila Rm. Pendamping tidak bisa, baru menghubungi Romo yang lain.<br />•	Permohonan ujub waktunya bebas, namun sebaiknya jangan hari Rabu, karena menjadi hari khusus untuk rapat-rapat baik Dewan harian, Inti maupun rapat-rapat yang lain.<br /><br />2.1.2.	Untuk Kepentingan Wilayah:<br />•	Pelayanan untuk misa arwah pada bulan November<br />•	Pelayanan untuk penerimaan Sakramen Tobat pada masa Prapaskah, yang akan dilayani oleh dua atau tiga Romo.<br />•	Untuk HUT Wilayah, kawil/pengurus langsung berhubungan dengan Rm. Pendamping<br /><br />2.1.3.	Pelayanan Sakramen Tobat ; Prapaskah di wilayah/lingkungan dan Advent di gereja, yakni gabungan wilayah; sementara untuk sekolah-sekolah di gereja (bdk. Mohon perhatian untuk prodiakon dan para ketua wilayah dan lingkungan)<br /><br />2.2.	Jadwal Panitia Hari Besar/Raya<br />&gt; Th. 2012: Pekan Suci (Monika); HUT Paroki (Margareta); Arwah (Cornelius); Natal (Gregorius).<br />&gt; Th. 2013: Pekan Suci (Geovani); HUT (Paulus); Arwah (Robertus); Natal (Rafael). <br />&gt; Th. 2014: Pekan Suci (Theodhorus); HUT Paroki (Maria), Arwah (Yohanes); Natal (Katarina)<br />&gt; Th. 2015: Pekan Suci (Cornelius), HUT Paroki (Carolus); Arwah (Monika): Natal (Margareta)<br /><br />2.3.	Pembagian Pendampingan   <br />Demi optimalisasi perhatian dan pelaksanaan karya pastoral maka dibagi pendampingan di antara para Romo Paroki, baik menyangkut soal teritorial maupun bidang/kelompok.<br />Nb. Semua  wilayah dan bidang menjadi tanggung jawab pastor kepala (bdk. Job-Des Pastor Kepala KAS 2009, hal. 7-14)  dan wakil Ketua II dari awam, yang dibantu wakil I, para pastor pembantu<br /><br />2.3.1.	Pembagian Pendampingan pelayanan Teritorial/Wilayah:<br />* Rm. Aly. Martoyoto, Pr : Carolus, Geovani, Gregorius, Monika dan Yohanes; <br />* Rm. FX. Krisno Handoyo, Pr : Cornelius, Paulus, Theodorus;<br />* Rm. Y. Slamet Witokaryono Pr: Katarina, Margareta, Maria, Rafael dan Robertus.<br /><br />2.3.2.	Pembagian Pendampingan Bidang atau sektoral   <br /><br />	Rm. Aly. Martoyoto, Pr;<br />+ Bidang Pewartaan dan Paguyuban dan Tata Organisasi (- Kaum Muda)<br />+ Korwil dan Kelompok-Kelompok Kategorial<br />+ Karyawan Paroki dan Pastoran<br />	Rm. FX. Krisno Handoyo, Pr;<br />+ Bidang Pelayanan Kemasyarakatan dan Sar-Pras<br />+ Moderator Kursus Hidup Berkeluarga<br />+ Pembuatan Agenda/Jadwal Pelayanan dan Historia Domus<br />	Rm. YS. Witokaryono, Pr;<br />+ Bidang Liturgi-Peribadatan dan Penelitian dan Pengembangan<br />+ Supervisor Kantor Sekretariat Paroki (Administrasi, baik sekretariat maupun audit internal/akuntasi keuangan) dan Historia Parocae<br />+ Pengembangan dan Optimalisasi seperti website dan Pendalaman Kitab Suci<br /><br />2.4.	Agenda Rutin – Kalender Liturgi; Masa Pra-Paska – Paska s/d Natal	<br /><br />•	Tgl. 18 – 25 Januari ; Hari Pekan Doa Sedunia<br />•	Tgl. 22 Februari  : Rabu Abu (Awal masa pra paska; pantang dan puasa) – Aksi Puasa Pembangunan (APP)<br />•	Tgl. 1 - 8 April : Pekan Suci<br />•	Bulan Mei : Bulan Maria-Katekese liturgi <br />•	Tgl. 17 Mei : Hari Raya Kenaikan Tuhan<br />•	Tgl.  10 Juni : Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus (Komuni I)<br />•	Tgl. 31 Juli: Pelindung Paroki; St. Ignatius Loyola<br />•	Bulan Agustus : Bulan Ajaran Sosial Gereja <br />•	Bulan September : Bulan Kitab Suci<br />•	Bulan Oktober : Bulan Rosario – Hari Pangan Sedunia (HPS)<br />•	Bulan November : Tgl. 2: Peringatan Arwah Semua Orang Beriman<br />•	Tgl. 2 Desember  : Masuk Adven – Natal<br />Nb. Pembekalan/sosialisasi bahan (Prapaskah, BKL, Advent) ikut di kevikepan<br /><br /><br />C.	PERISTIWA-PERISTIWA PENTING<br /><br />1.	Umum<br /><br />1.1.	Tahun Iman 2012 – 2013<br />Tahun iman ditetapkan oleh Paus Benedictus XVI. Tahun Iman dimulai pada tanggal 12 Oktober, 50 tahun dibukanya Konisili Vatikan II, dan diakhiri pada tanggal 24 November 2013, Hari Raya Krists Raja Semesta Alam.<br /><br />1.2.	Konggres Ekaristi Keuskupan II Keuskupan Agung Semarang<br />Konggres Ekaristi Keuskupan II Keuskupan Agung Semarang diselenggarakan di Ganjuran, Yogyakarta, pada tanggal 22 – 24 Juni 2012 dengan tema “Tinggal dalam Kristus dan Berbuah”.<br /><br />2.	Khusus<br /><br />2.1.	Pesta Perak Lima Romo Unio<br /><br />Ada kemungkinan paroki menjadi tuan rumah/pelaksana Pesta Perak Para Romo Unio (Rm. Aly. Martoyoto, Pr, Rm. Joko Sistiyanto, Pr, Rm. Willem Pau, Rm. Ant. Tri Wahyono, Pr, Rm. Yak. Sudarmadi, Pr) pada awal September 2012. Romo yang kedua dan ketiga dahulu berasal dari Paroki St. Ignatius Magelang, namun pada saat mereka ditahbiskan, paroki sudah mengalami pemekaran, yakni Paroki St. Mikael Pancaarga dan St. Maria Fatima Magelang.<br /><br />2.2.	Tahun Terakhir Kepengurusan<br /><br />Tahun 2012 merupakan tahun terakhir kepengurusan dewan paroki. Maka baik kiranya kalau pengurus dewan harian maupun koordinator tim kerja dan lingkungan sudah mulai memikirkan kaderisasi, meski bukan berarti harus diganti semua.   Misalnya apakah mungkin masing-masing tim kerja mulai tahun 2012 mengajak minimal satu orang untuk ikut terlibat di dalam tim kerjanya.<br /><br />Penutup<br /><br />Selamat menyusun program kerja tahun 2012, yang akan disempurnakannya pada hari Rabu tgl. 25 Januari 2012.  Program kerja dan RAPB-I tersebut hendak dimohonkan pengesahan pada rapat Dewan Pleno hari Minggu tanggal 12 atau 19  Februari 2012, sekaligus laporan pertanggung-jawaban program kerja tahun 2011. <br />Akhirnya semoga Allah yang telah memulai pekerjaan baik di antara kita akan menyelesaikannya (bdk. Flp. 1:6). Ad Maiorem Dei Gloriam (AMDG; Amrih Mulya Dalem Gusti).  <br /><br />Pastoran St. Ignatius  tgl, 10-11 Desember 2011<br />Berkah Dalem<br />    <br /><br />FX. Krisno Handoyo, Pr<br /><br />]]></content>
		<id>http://www.ignatius-magelang.info/mainmessage.php?entry=entry111210-010142</id>
		<issued>2011-12-09T00:00:00Z</issued>
		<modified>2011-12-09T00:00:00Z</modified>
	</entry>
</feed>

